Tampilkan postingan dengan label Maaf. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Maaf. Tampilkan semua postingan
Senin, 10 Januari 2011
Papa cepat sembuh
Tadi pagi papa bercerita tentang beliau yang habis jatuh dari tempat tidur. Persendiannya terasa sakit sehingga sulit untuk bangun dan kepalanya juga agak sakit karena ternyata ikut terbentur saat jatuh. Sebenarnya aku tidak tega melihatnya yang sedang lemah dan kesakitan sendirian sedangkan untuk berada di dekatnya yang hanya datang sekali seminggu pun aku tak bisa. Untuk itu semua kegiatan hari ini aku cancel tak peduli seberapa marahnya orang padaku atau sekecewa apapun mereka padaku. Walaupun banyak rencana dan beberapa agenda penting hari ini, menurutku tak ada yang lebih penting dibanding orang yang membesarkan aku. Aku hanya ingin menyenangkan orang tuaku, orang yang selama ini berjasa hingga aku bisa seperti sekarang ini. Orang yang membanting tulang untuk menghidupiku dan dengan sabarnya mengajari aku menghadapi hidup. Maafkan aku papa, maafkan aku mama yang belum bisa membuat kalian bangga padaku. Dan teruntuk papa yang berusaha untuk selalu menyenangkan anaknya, terima kasih dan semoga papa bisa cepat sembuh.. I love you Papa..
Kamis, 06 Agustus 2009
Maafkan Adikmu
Mungkin kata-kata ini sudah tidak asing di telinga kalian, mungkin ini sudah ribuan kali terlontar dari mulutku tapi yang pasti kata ini tulus dari hatiku yang paling dalam. Setiap hari aku selalu membuatmu kecewa, marah, dan sedih. Aku selalu menjatuhkan air matamu yang begitu tulus membimbing kami. Tapi maafkanlah aku saudaraku yang terus membuat keringatmu menjadi sia-sia. Aku bukannya tidak menghargai perjuangan kalian yang dengan tulus membuat kami lebih dari yang lain, aku bukannya tidak sedih melihat kesabaran kalian dalam menunggu kami untuk sadar. Aku hanyalah seorang manusia yang tak luput dari ketidakmampuan akan ragaku, aku hanyalah seorang anak yang berusaha meyakinkan orangtua yang membesarkanku. Tapi di balik semua itu aku adalah adik yang tidak ingin melihat kakaknya menangis. Mungkin permintaan maafku tak dapat mengobati hatimu yang sakit, tak dapat mengembalikan senyum di wajahmu, dan tak dapat menghapus kesalahanku. Aku hanya ingin kau menganggapku adikmu walaupun ku tahu aku sudah tak pantas untuk dimaafkan. Hanya kata ini yang dapat kuucapkan, maaf.
untuk kakak-kakakku yg tak lelah menjagaku.
maafkan adikmu ini
untuk kakak-kakakku yg tak lelah menjagaku.
maafkan adikmu ini
Andi Rahmayanti
Calcaneus 013 641
Calcaneus 013 641
Minggu, 26 Juli 2009
Hukumanku
Sudah hampir sebulan saya ga boleh keluar rumah. Yah mmg sebenarnya saya yg salah sih tapi bosan di rumah terus. Padahal sebenarnya banyak kegiatan yang menanti tapi yah ga bisa dihadiri deh soalnya mama yang larang, takut dosa. Hmm.. sebenarnya pernah sih diizinkan keluar 1 hari itupun karena alasan ngantar surat sakit ke gurunya mifta (adikku). Rindu banget sama suasana kampus, cerita2 ma teman2, n makan2 bareng. Pokoknya mau banget ktmu ma mereka..
Seandainya saja saya tidak "nakal" mungkin kejadian ini ga perlu terjadi apalagi ditambah hukuman. Semua ini salahku, terlalu menganggap remeh sesuatu yang sebenarnya sangat penting. Mungkin ini sebuah pelajaran besar buatku, harus serius dalam melakukan setiap pekerjaan dan yg plg penting ga boleh membantah perkataan ortu. Tapi saya sangat yakin pasti dibalik semua ini ada hikmahnya, jadi harus ikhlas dan sabar.
Seandainya saja saya tidak "nakal" mungkin kejadian ini ga perlu terjadi apalagi ditambah hukuman. Semua ini salahku, terlalu menganggap remeh sesuatu yang sebenarnya sangat penting. Mungkin ini sebuah pelajaran besar buatku, harus serius dalam melakukan setiap pekerjaan dan yg plg penting ga boleh membantah perkataan ortu. Tapi saya sangat yakin pasti dibalik semua ini ada hikmahnya, jadi harus ikhlas dan sabar.
"Sesungguhnya Allah bersama orang yang sabar"
Aku mau minta maaf sebesar-sebesarnya sama kedua orangtuaku yang telah aku kecewakan. Dan teman-temanku yang merasa bersalah atas kejadian ini dan organisasiku yang disalahkan atas kejadian ini. Sungguh aku benar-benar minta maaf, ini semua sepenuhnya salahku bukan kalian. Semua orang mendapatkan apa yang dia usahakan dan usahaku mmg belum maksimal dalam hal ini. Semoga kalian mengerti dan memaafkan atas kekhilafan diriku ini. Dan semoga saya dapat mengambil hikmahnya dan terus sabar untuk kedepannya. Semoga hari esok lebih baik dari hari ini dan sebelumnya. Aamiin.
Langganan:
Postingan (Atom)